Strategi Guru/Wali Kelas dalam Meningkatkan Moral Belajar Belajar Kelas


A. Moral Kelas

Salah satu faktor yang juga berpengaruh didalam pengelolaan kelas adalah moral murid-murid di dalam belajar. Kelas yang moral belajarnya tinggi akan membawa pengaruh terhadap aktivitas murid-murid dan kelas akan menjadi produktif, sedangkan kelas yang moral belajarnya rendah akan mengakibatkan kelas menjadi tidak produktif dan kegiatan belajar dikelas tidak bersemangat. Kelas kelihatannya lesu dan akan membawa kecendrungan terhadap kurangnya disiplin murid-murid.

Sehubungan dengan itu dibawah ini akan diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan moral kelas tersebut.

1. Pengertian Moral Kelas

Menurut DR. Made Pidarta moral kelas adalah suatu keadaan dimana anggota-anggota kelas mengalami kepuasan yang bersumber dari situasi sekolah secara keseluruhan dan keadaan dimana anggota-anggota kelas bekerjasama dengan antusias dan serta melahirkan perasaan bersahabat.

Pendapat diatas menggambarkan bahwa tinggi rendahnya moral kelas dapat dilihat dari kepuasan yang dialami murid-murid yang disebabkan situasi dan kondisi secara keseluruhan. Dengan demikian situasi dan kondisi sekolah yang baik akan meningkatkan moral kelas dan demikian pula sebaliknya, situasi dan kondisi sekolah yang kurang baik akan menurunkan moral kelas. Selain dari pada itu tinggi rendahnya moral kelas dapat pula dilihat dari pada tidakadnya kerjasama serta perasaan bersahabat antara murid-murid dalam kelas. Tidak adanya kerjasama serta perasaan bersahabat dikalangan murid-murid dalam kelas dapat dilihat tidak adanya kesediaan saling bantu membantu antara murid dalam kegiatan belajar. Murid-murid yang satu selalu berusaha untuk menjatuhkan murid yang lain. Dengan kata lain tidak adanya persaingan yang sehat diantara murid-murid, tidak adanya perasaan kebersamaan dalam belajar.

Sehubungan dengan itu tentang moral, Alexander Leighten mengatakan “Morale is the capacity of group of people to pull together persistently and consistently in persuit of a common purpose”.

Moral diartikan sebagai suatu kemampuan atau kekuatan sekelompok orang untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama. Dengan demikian tinggi rendahnya moral dapat ditunjukkan dari kerjasama yang dilakukan oleh anggota-angota kelompok dalam melaksanakan tugasnya masing-masing dalam usaha untuk mencapai tujuan bersama.

Bertolak dari pendapat diatas, maka moral kelas dapat diartikan sebagai suatu keadaan di dalam kelas yang menggambarkan adanya hubungan interpersonal yang harmonis dikalangan murid-murid yang ditunjukkan dengan adanya gejala-gejala berupa adanya kesediaan untuk saling membantu atau bekerjasama, loyalitas diantara murid-murid serta semangat kebersamaan dalam usaha belajar didalam maupun diluar kelas atau sekolah.

Dengan demikian keberhasilan murid-murid didalam belajar sangat dipengaruhi oleh moral kelas. Semakin tinggi moral kelas, maka semakin tinggi kecendrungan murid-murid untuk berhasil didalam belajar dan demikian pula sebaliknya, semakin rendah moral kelas, maka semakin rendah pula kecendrungan bagi murid-murid untuk berhasil belajar.

Berdasarkan asumsi diatas maka dituntut usaha guru/wali kelas untuk membangun, memelihara dan meningkatkan moral kelas.

2. Kondisi-Kondisi yang Mempengaruhi Moral Kerlas

Sebagaimana telah dijelaskan diatas, bahwa keberhasilan murid-murid dalam belajar di sekolah sangat dipengaruhi oleh moral kelas. Oleh karena itu untuk membangun, memelihara dan meningkatkan moral belajar murid-murid, maka seorang guru/wali kelas harus mengetahui dan memahami kondisi-kondisi yang dapat mempengaruhi moral kelas. Kondisi-kondisi tersebut perlu dijaga, dipelihara dan ditingkatkan sehingga dengan demikian akan meningkatkan moral belajar murid-murid dalam kelas. Kondisi-kondisi tersebut adalah sebagai berikut:

a. Kesatuan kelas

Kesatuan kelas adalah merupakan salah satu aspek yang dapat meningkatkan moral kelas. Oleh karena itu seorang guru/wali kelas harus menjaga, memelihara dan meningkatkan perasaan kebersamaan dikalangan murid-murid tersebut. Adanya perasaan saling bermusuhan, saling tidak menyenangi diantara murid-murid akan menurunkan moral belajar kelas.

Perasaan kurang bersahabat diantara murid-murid dapat terjadi bilamana guru dalam mengajar menggunakan metode yang menekankan kompetisi/persaingan diantara murid-murid. Ini akan menimbulkan kondisi negatif, dimana diantara murid-murid timbul perasaan kurang bersahabat dan mementingkan diri sendiri dalam belajar. Sehingga merusak rasa kebanggaan terhadap kelas. Masing-masing murid belajar hanya untuk keberhasilannya sendiri. Murid yang pandai enggan membantu murid yang kurang. Murid yang cukup fasilitas belajarnya tidak akan menolong murid yang kurang fasilitas belajarnya karena takut tersaingi.

b.Interaksi kelompok

Interaksi murid-murid didalam belajar juga dapat mempengaruhi moral belajar. Tidak adanya kerjasama antara murid-murid dalam belajar biasanya disebabkan karena murid-murid yang satu tidak menyenangi murid-murid yang lain. Akibatnya menurunkan aktivitas belajar murid-murid. Sebagai contoh misalnya seorang guru/wali kelas membantu kelompok-kelompok semaunya saja tanpa pertimbangan-pertimbangan tertentu guna kelancaran murid-murid, interaksi yang kurang baik dan kerjasama yang kurang sempurna diantara murid-murid. Selain itu juga murid-murid kurang puas terhadap tindakan guru yang demikian, sehingga tugas-tugas yang dibagikan tidak dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

c. Tujuan anggota yang bersifat biasa

Bilamana murid-murid belajar, hanya bertujuan untuk kepentingan sendiri, ini akan mengakibatkan menurunnya moral kelas. Karena situasi yang demikian menimbulkan kurangnya rasa kebersamaan dikalangan murid-murid, rasa saling membantu sehingga dengan demikian kelas akan menjadi kurang efektif dan produktif. Oleh karena itu guru/wali kelas harus mengatasi situasi yang demikian dengan cara membentuk kelompok-kelompok belajar sehingga rasa persahabatan dan kebersamaan serta kesetiakawanan dikalangan murid-murid dapat dipupuk dan dipelihara dalam rangka untuk mencapai keberhasilan bersama dikalangan murid dalam belajar.

d.Kelompok tidak membuat tujuan sendiri-sendiri

Seseorang mau bekerja, apabila mengetahui menfaat dan tujuannya. Demikian pula halnya dengan murid-murid. Bilamana murid-murid dalam belajar dikelompok-kelompokkan, maka tujuan dan tugas masing-masing kelompok harus dijelaskan dalam hubungannya dengan tujuan pendidikan. Sehingga dengan demikian anggota-anggota kelompok akan bekerja lebih produktif dalam menyelesaikan tugasnya. Dengan kata lain murid-murid akan bekerja dengan baik selalu, bila hal itu berhubungan dengan tujuan-tujuan mereka.

e. Pengaruh lingkungan

Lingkungan sekolah atau kelas yang baik akan mempengaruhi moral kelas atau belajar murid-murid. Lingkungan yang baik tersebut berupa situasi dan kondisi sekolah misalnya lengkapnya sarana dan prasarana belajar, tenaga guru maupun tenaga administratif. Sedangkan lingkungan sekolah yang kurang baik akan menurunkan moral belajar murid-murid.

BStrategi Guru /Wali Kelas Untuk Meningkatkan Moral Belajar Kelas

Berdasarkan kondisi-kondisi yang dapat mempengaruhi moral kelas sebagaimana yang diuraikan diatas, maka cara-cara yang dapat dilakukan oleh guru/wali kelas meningkatkan moral belajar murid-murid dikelas antara lain sebagai berikut:

1. Pembinaan Hubungan Manusiawi (Human Relations) di Kelas

Pembinaan hubungan manusiawi dalam kelas antara guru dengan murid sangat penting artinya dalam rangka meningkatkan moral kelas dalam belajar. Dengan pembinaan hubungan yang manusiawi ini akan tumbuh sikap saling pengertian dan saling menghargai antara murid dan murid dan antara guru dan murid, sehingga masing-masing pihak akan dapat melaksanakan fungsinya masing-masing dalam proses belajar mengajar.

Dengan terjalinnya sikap saling pengertian akan tanggung jawab dan fungsi masing-masing ini akan meningkatkan moral belajar murid-murid dan disamping itu pula guru akan merasa puas pula dalam melaksanakan tugasnya, sehingga dengan demikian akan meningkatkan prestasi belajar murid-murid.

Menurut SP. Siagian yang dimaksud dengan Human Relations adalah keseluruhan hubungan baik yang formil maupun yang informil yang perlu diciptakan dan dibina dalam suatu organisasi sedemikian rupa sehingga terciptanya suatu team work yang intim dan harmonis dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.

Dari pendapat diatas jelas bahwa yang terkandung dalam pengertian Human Relations adalah:

a. Human Relations dalam suatu organisasi adalah merupakan kegiatan pembinaan hubungan antara personal-personal dalam kegiatan organisasi tersebut baik secara formal maupun informal.

b.Pembinaan hubungan tersebut dimaksudkan untuk membina saling pengertian antara personal-personal dalam suatu organisasi, rasa solidaritas dan tangung jawab bersama sehingga dengan demikian diharapkan akan tercipta kerjasama yang baik dalam melaksanakan tugas masing-masing didalam suatu organisasi, dalam rangka mencapai tujuan organisasi tersebut.

Berkenaan dengan kelas sebagai suatu organisasi yang merupakan sub-sistem daripada organisasi sekolah maka human relations tersebut dapat diartikan sebagai segenap kegiatan yang dilakukan oleh guru/wali kelas dalam membina hubungan yang harmonis dengan murid-murid secara formal maupun informal dengan maksud agar masing-masing pihak dapat melaksanakan fungsi masing-masing dalam kegiatan proses belajar mengajar didalam kelas.

Berdasarkan pengertian diatas, maka kegiatan belajar mengajar akan berjalan dengan lancar apabila hubungan manusiawi antara guru dengan maupun murid dengan murid terbina dengan baik. Tanpa adanya hubungan manusiawi diantara mereka proses belajar mengajar tidak akan dapat berlangsung sesuai dengan harapan masing-masing. Sebagai contoh apabila misalnya murid-murid tidak menyenangi guru-gurunya, maka hasil belajar murid-murid akan menurun karena murid enggan belajar disebabkan tidak senang kepada gurunya. Demikian pula sebaliknya apabila guru tidak senang kepada muridnya karena sikap murid-murid yang tidak menghargai gurunya, sehinga guru tersebut enggan untuk mengajar karena sikap murid-murid tersebut.

2. Mengkoordinasikan, Mengintegrasikan dan Mensinkronisasikan Tujuan Masing-Masing Murid dalam Belajar

Murid-murid yang aktif belajar hanya untuk kepentingannya sendiri dalam arti tidak mau belajar bersama-sama dengan temannya karena merasa dirinya pandai atau enggan belajar bersama-sama, maka hal ini perlu diiliminir oleh guru/wali kelas sebab hal ini akan menimbulkan hubungan interpersonal  yang kurang baik dikalangan murid-murid dalam kelas. Oleh karena itu guru/wali kelas harus memperbaiki kondisi seperti ini dengan jalan mengkoordinasikan, mengintegrasikan dan mensinkronisasikan tujuan masing-masing murid tersebut kedalam tujuan kelompok. Usaha ini dapat dilakukan dengan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada murid-murid bahwa keberhasilan mereka dalam belajar akan lebih baik dicapai dengan belajar bersama jika dibandingkan belajar sendiri-sendiri. Guru harus mengusahakan untuk membentuk suatu kelompok belajar dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi murid-murid, sehingga kelompok tersebut benar-benar efektif dan produktif. Dengan demikian murid-murid akan belajar dengan saling bantu membantu untuk keberhasilan bersama. Selain dari pada itu juga akan terbina sikap saling harga menghargai dikalangan murid-murid terhadap teman-temannya.

3.Melengkapi Sarana dan Prasarana Pendidikan

Untuk lebih mendorong minat dan semangat murid-murid untuk giat belajar, maka sarana dan prasarana pendidikan perlu dilengkapi. Misalnya saja ruang perpustakaan, ruang laboratorium,ruang multi media dan lain-lain. Hal ini sangat penting sekali artinya untuk memotivasikan murid-murid untuk lebih giat belajar, berinisiatif dan kreatif. Sebab apa yang mereka inginkan dalam kaitannya untuk kepentingan belajar dapat mereka pelajari dan penuhi. Sebagai contoh misalnya untuk memperjelas pemahaman mereka tentang materi/bahan pelajaran yang akan dijelaskan oleh guru, mereka dapat mencari dan membaca buku-buku yang ada diperpustakaan yang berhubungan dengan apa yang disampaikan atau dijelaskan oleh guru tersebut.

Demikianlah antara lain beberapa usaha yang dapat dilakukan oleh guru/wali kelas dalam rangka untuk meningkatkan moral belajar murid-murid di dalam kelas.

Tulisan ini dipublikasikan di Publikasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s