Strategi Guru/Wali Kelas Meningkatkan Disiplin Kelas


A. Disiplin Kelas

Berlangsungnya proses belajar mengajar di dalam kelas dengan suasana yang harmonis dimana guru dapat menyampaikan bahan pelajaran dengan baik dan murid dapat belajar atau mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru dengan baik pula tergantung sekali kepada disiplin kelas. Kelas yang tidak berdisiplin sudah tentu kegiatan belajar mengajarnya pun akan menjadi kacau dan tidak menentu pula. Guru sering tidak masuk mengajar, murid-murid sering datang terlambat. Tugas-tugas seperti piket kelas tidak dilaksanakan sehingga kelas menjadi kotor dan sebagainya.

Dalam rangka untuk menciptakan suasana kelas yang efektif bagi berlangsungnya proses belajar mengajar, maka disiplin kelas perlu ditegakkan baik oleh guru maupun murid-murid.

Untuk lebih jelasnya di bawah ini akan dijelaskan satu persatu mengenai hal-hal seperti berikut:

1.Pengertian Disiplin Kelas

Untuk memahami tentang konsep disiplin kelas, perlu kiranya diketengahkan beberapa pendapat tentang disiplin tersebut.

Menurut The Liang Gie yang dimaksud dengan disiplin adalah suatu keadaan tertib dimana orang-orang yang tergantung dalam suatu organisasi tunduk pada peraturan-peraturan yang telah ada dengan rasa senang hati.  Hadari Nawawi mengatakan disiplin adalah usaha untuk membina secara terus menerus kesadaran dalam bekerja atau belajar dengan baik dalam arti setiap orang menjalankan fungsinya secara efektif.

Berdasarkan pendapat diatas maka disiplin kelas dapat diartikan sebagai “Suatu keadaan tertib di mana guru dan murid-murid mematuhi peraturan kelas sehingga mereka dapat menjalankan fungsi masing-masing secara efektif dalam pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar didalam kelas.

Dengan demikian suatu kelas dikatakan berdisiplin apabila suasana belajar berlangsung dalam keadaan tertib dan teratur, baik pada waktu sebelum mengajar dimulai, sedang berlangsung, maupun setelah pelajaran selesai.

Disiplin dikelas yang baik adalah disiplin yang timbul dari kemauan murid-murid sendiri bukan karena paksaan disebabkan oleh sanksi yang diberikan apabila peraturan tidak dipatuhi. Oleh karena itu diperlukan usaha secara terus menerus untuk membina kesadaran murid-murid akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelajar atau siswa. Namun dalam prakteknya kadang-kadang tidak jarang, seorang guru/wali kelas terpaksa memaksakan peraturan atau ketentuan yang berlaku terhadap murid-muridnya, walaupun sebenarnya cara ini kurang baik. Hal ini dilakukan karena sering terjadi  pelanggaran yang dilakukan oleh murid baik sengaja maupun tidak sengaja. Sehingga dengan demikian guru/wali kelas perlu memaksakan kepatuhan dan ketaatan kepada murid-murid berupa pemberian hukuman kepada murid yang tidak mematuhi peraturan tersebut untuk membuat mereka sadar.

Disiplin yang berasal dari kesadaran murid-murid sendiri lebih baik jika dibandingkan dengan disiplin yang berdasarkan paksaan karena takut terhadap sanksi yang akan diberikan bila ketentuan dilanggar. Disiplin karena kesadaran sendiri sifatnya lebih langgeng sedangkan disiplin yang timbul karena paksaan sifatnya semu. Murid-murid hanya mau mematuhi peraturan atau tata tertib kelas apabila guru/wali kelas ada. Tetapi apabila guru/wali kelas pergi maka mereka tidak lagi mematuhi tata tertib tersebut. Suasana disiplin ini sangat tergantung sekali terhadap tipe kepemimpinan yang dilaksanakan oleh guru/wali kelas tersebut.

2.Jenis- Jenis Disiplin Kelas

Berdasarkan uraian diatas maka disiplin kelas dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu sebagai berikut.

a.Disiplin yang timbul atas kesadaran kelas sendiri (murid-murid dalam kelas)

Murid-murid dalam kelas tertib dan teratur dalam menerima pelajaran yang akan disampaikan oleh guru bukan karena takut terhadap sanksi yang akan diberikan, tetapi karena kesadaran dan kemauan sendiri.

Disiplin kelas yang demikian akan membawa kelas menjadi dinamis dan produktif. Disiplin kelas yang dinamis hanya dimungkinkan oleh kepemimpinan guru yang demokratis. Karena peraturan atau ketentuan digariskan untuk menjaga ketertiban kelas merupakan keputusan bersama antara guru/wali kelas dan murid-murid. Oleh karena itu baik guru maupun murid terdorong dan merasa ikut bertanggung jawab untuk melaksanakan ketentuan tersebut dengan rasa ikhlas dan senang hati tanpa merasa terpaksa.

b.Disiplin yang timbul karena paksaan dari guru/wali kelas

Suatu keadaan tertib dan teratur di dalam kelas pada saat berlangsungnya kegiatan belajar, bukanlah karena kesadaran atau kemauan murid-murid, tetapi karena takut terhadap sanksi yang diberikan oleh guru/wali kelas. Disiplin kelas bersifat semu, kelas hanya tertib apabila guru/wali kelas berada di dalam kelas.

Disiplin kelas yang demikian hanya dimungkinkan oleh tipe kepemimpinan guru/wali kelas yang bersifat otoriter. Murid-murid diharuskan untuk mematuhi peraturan kelas dan diancam akan diberikan hukuman yang berat apabila tidak dipatuhi atau dilanggar. Peraturan yang digariskan adalah peraturan yang di buat oleh guru/wali kelas sendiri. Tidak peduli apakah sesuai atau tidak sesuai dengan keinginan murid-murid, merugikan atau menguntungkan murid-murid. Murid-murid dipaksa untuk mematuhinya, akibatnya murid-murid merasa tertekan, takut dan cemas.

3. Faktor-Faktor yang Dapat Mempengaruhi Disiplin Kelas

Dalam setiap organisasi kerja, baik besar maupun kecil dalam usaha untuk mewujudkan disiplin terhadap personalnya, selalu dipengaruhi berbagai faktor. Demikian halnya dengan kelas sebagai suatu organisasi kecil dibidang pendidikan dalam usaha untuk menegakkan disiplin terhadap guru-guru dan murid-murid. Disiplin guru dan murid sangat penting sekali artinya, sebab tanpa kedisiplinan guru dan murid, maka aktivitas belajar mengajar tidak efektif dan tentu saja akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan  pendidikan, khususnya tujuan instruksional. Agar disiplin kelas dapat dipelihara dan ditingkatkan, maka guru/wali kelas hendaknya harus mengetahui dan memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi disiplin kelas.

Sehubungan dengan itu Siti Meichati mengemukakan ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi disiplin kelas yaitu sebagai berikut:

a. Faktor Kesehatan

Kesehatan seseorang pada umumnya mempunyai pengaruh besar terhadap disiplin kerja. Orang-orang yang sering sakit sudah barang tentu tidak dapat menegakkan disiplin kerja.

Demikian pula halnya dengan guru-guru dan murid-murid yang sering sakit-sakitan tidak dapat menegakkan disiplin. Sebagai contoh misalnya berdasarkan ketentuan, seorang guru bidang studi bahasa Indonesia harus dapat menyelesaikan materi pelajaran dalam waktu satu semester. Tetapi karena sering tidak masuk kelas karena sakit, maka guru tersebut tidak dapat menyampaikan materi pelajaran mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan program mengajar yang telah disusunnya dalam satu semester. Demikian pula halnya dengan murid-murid yang seharus sudah menerima seluruh materi pelajaran yang disampaikan oleh guru, karena sakit sering tidak masuk sehingga ketinggalan pelajaran.

b.Faktor Perorangan

Yang dimaksudkan faktor perorangan adalah sikap seseorang terhadap suatu peraturan. Walaupun sudah mengetahui tentang ketentuan atau peraturan yang sudah ada masih juga dilanggar, atau bersikap acuh tak acuh terhadap ketentuan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari murid-murid yang tidak mau mengindahkan peraturan digariskan baik oleh guru/wali kelas maupun oleh sekolah. Sebagai contoh misalnya hari Senin murid-murid diharuskan untuk ikut apel bendera dan memakai pakaian seragam sekolah. Tetapi peraturan tersebut masih juga dilanggar murid, walaupun ia sudah mengetahuinuya. Ia tidak ikut apel dan bahkan tidak memakai pakaian seragam dengan disengaja.

c. Faktor Sosial

Yang dimaksudkan dengan faktor sosial di sini adalah faktor manusia, sebagai makhluk sosial.

Sebagai makhluk sosial maka manusia mempunyai kecendrungan-kecendrungan sebagai berikut :

1)Manusia didalam kelompoknya selalu ingin didikutsertakan.

2)Manusia didalam kelompoknya ingin diperhatikan.

3)Manusia didalam kelompoknya selalu ingin berhasil dan dihargai kelompoknya.

4)Manusia didalam kelompoknya memerlukan penghargaan dan perasaan diperlukan oleh orang lain.

5)Manusia didalam kelompoknya memerlukan sesuatu yang dapat membebaskan diri dari keterikatan waktu dan ruang.

Dalam usaha untuk meningkatkan disiplin kerja dalam suatu organisasi, maka kecendrungan-kecendrungan ini harus diperhatikan dan dipertimbangkan oleh seorang pemimpin organisasi.

Murid-murid atau siswa-siswa sebagai manusia, makhluk sosial tidak terlepas dari kecendrungan-kecendrungan tersebut. Oleh karena itu seorang guru/wali kelas dalam usaha untuk menciptakan, memelihara dan meningkatkan disiplin kelas harus memperhatikan hal-hal tersebut. Sebagai contoh seorang guru/wali kelas dalam mengambil suatu keputusan yang menyangkut kepentingan kelas, tanpa berunding dengan murid-murid, mengakibatkan keputusan-keputusan tersebut tidak dilaksanakan atau dipatuhi oleh murid-muridnya.

d.Faktor Lingkungan

Lingkungan kerja yang baik dan sehat dapat meningkatkan gairah kerja dan semangat kerja personil yang ada dalam suatu organisasi. Hal ini membawa pengaruh pula pada peningkatan disiplin kerja personil. Demikian pula lingkungan kerja yang kurang baik akan menurunkan semangat kerja dan gairah kerja suatu organisasi yang pada akhirnya juga akan menurunkan disiplin kerja.

Kelas yang lingkungan kerjanya sehat dalam arti terdapat hubungan interpersonal yang baik antara murid dengan murid, guru dengan murid dan guru dengan guru akan meningkatkan disiplin belajar mengajar dikelas.

Selain itu lingkungan fisik yang baik, juga dapat meningkatkan disiplin kelas. Lingkungan fisik yang baik misalnya fasilitas kelas yang teratur dan tersusun rapi serta cukup. Kekurangan fasilitas untuk belajar dapat menimbulkan kemalasan yang pada akhirnya mempengaruhi disiplin kelas. Sebagai contoh misalnya seorang guru diserahi tugas untuk mengajar bidang studi biologi. Ternyata buku teks untuk mengajarkan ilmu tersebut tidak ada, sedangkan guru tersebut hanya diberikan GBPP (Garis Besar Program Pengajaran) untuk bidang studi tersebut. Akibatnya guru tersebut selalu mencari bahan-bahan pelajaran tersebut sesuai dengan GBPP dari buku-buku lain yang materinya dipandang relevan dengan GBPP tersebut. Apabila guru tersebut kewalahan mencari bahan-bahan pelajaran tersebut, maka sudah barang tentu dia tidak akan masuk mengajar karena materi yang akan disampaikan tidak ada. Kalaupun guru tersebut mengajar, maka materi yang akan disampaikan kepada anak menyimpang dari ketentuan yang sudah digariskan dalam GBPP untuk bidang studi biologi tersebut.

B.Strategi Guru/Wali Kelas untuk menciptakan Disiplin Kelas

Telah diuraikan di atas bahwa disiplin kelas ini sangat penting sekali artinya dalam usaha untuk menciptakan tata tertib kelas agar proses belajar dapat berlangsung secara efektif. Kelas yang tidak berdisiplin sudah barang tentu aktivitas belajarnya tidak akan berlangsung secara efektif dan ketentuan yang telah digariskan tidak akan terlaksana. Kedisiplinan kelas tidaklah terjadi secara sendirinya, tetapi memerlukan usaha-usaha dari guru/wali kelas untuk menegakkannya.Adabeberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru/wali kelas untuk menegakkan disiplin kelas kepada murid.

1. Mendisiplinkan diri sendiri

Disiplin kelas dapat ditegakkan oleh guru/wali kelas dengan jalan memberikan contoh kepada muridnya dengan mendisiplinkan diri terlebih dahulu. Jadi sebelum guru/wali kelas menuntut kepada murid-muridnya untuk berdisiplin, maka terlebih dahulu guru/wali kelas mendisiplinkan dirinya terlebih dahulu sehingga dengan demikian murid-murid akan terdorong untuk berbuat yang sama. Apabila guru/wali kelasnya sendiri tidak disiplin, maka sangatlah mustahil untuk menyuruh anak-anak berdisiplin pula, sebab guru/wali kelasnya sendiri tidak disiplin.

Disiplin tersebut dapat dicontohkan oleh guru/wali kelas dengan mematuhi semua ketentuan kelas/sekolah. Misalnya menepati waktu belajar (memulai pelajaran tepat pada waktunya, istirahat tepat pada waktunya, selesai pelajaran pada waktunya dan sebagainya).

Apabila guru sendiri tidak mampu menegakkan disiplin sendiri maka ia tidak akan dihormati, disegani dan disenangi oleh murid-muridnya. Sehingga dengan demikian dia akan menjadi guru yang berwibawa.

2. Menumbuhkan kesadaran dalam diri murid-murid itu sendiri akan pentingnya makna atau arti dari pada disiplin itu sendiri

Cara lain yang dapat dilakukan oleh guru/wali kelas untuk menegakkan disiplin kepada murid-murid adalah dengan jalan menumbuhkan kesadaran murid-murid akan pentingnya disiplin itu sendiri buat mereka. Cara ini dapat dilakukan dengan memberikan bimbingan berupa nasehat, petunjuk-petunjuk sehingga mereka benar-benar menyadari mengapa peraturan atau ketentuan tersebut harus dipatuhi demi untuk kepentingan mereka.

Bimbingan tersebut dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

a) Bimbingan secara individual

b) Bimbingan secara kelompok

Bimbingan secara individual adalah bimbingan berupa nasehat-nasehat, petunjuk-petunjuk yang diberikan guru/wali kelas secara perorangan kepada murid yang melanggar ketentuan atau peraturan yang telah ditentukan.

Sedangkan bimbingan secara kelompok adalah bimbingan yang diberikan oleh guru/wali kelas berupa nasehat-nasehat, petunjuk-petunjuk terhadap sekelompok murid yang tidak mematuhi peraturan atau ketentuan kelas atau sekolah. Bimbingan kelompok ini hanya diberikan apabila terdapat sejumlah murid yang melanggar peraturan atau ketentuan yang sama. Misalnya saja terdapat sejumlah murid yang pulang sebelum pelajaran usai. Bagi anak-anak ini bimbingan yang tepat diberikan dalam usaha untuk menyadarkan mereka adalah bimbingan kelompok.

3. Mewujudkan kerjasama yang baik dalam suatu kelas

Disiplin kelas dapat pula diwujudkan dengan jalan saling menjalin kerjasama yang baik antara guru/wali kelas dengan murid-murid dalam kelas. Guru/wali kelas harus berusaha untuk membina saling pengertian dengan murid-muridnya akan tugas dan fungsi masing-masing, sehingga masing-masing pihak akan menjalankan perannya sesuai dengan posisi masing-masing dalam rangka untuk mencapai tujuan bersama. Masing-masing pihak harus menyadari pentingnya peranan yang satu terhadap yang lain. Suksesnya pihak yang satu tergantung pada peran serta pihak yang lain.

Apabila kerjasama ini dapat dibina dengan sebaik-baiknya, maka dengan sendirinya disiplin kerja akan dapat ditegakkan.

4. Dalam mewujudkan disiplin kelas, setiap murid diperlakukan secara adil

Dalam usaha untuk menciptakan disiplin kelas sudah barang tentu kadang-kadang terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh murid-murid. Si murid yang melanggar kadang-kadang diberikan sanksi berupa hukuman atas pelanggaran tersebut. Apabila sanksi hendak diberikan, maka sanksi tersebut harus konsekwen artinya tidak membeda-bedakan antara anak yang satu dengan anak yang lain. Jangan anak yang satu diberikan sanksi yang lebih berat jika dibandingkan dengan anak yang lainnya, padahal pelanggaran yang dilakukan adalah sama.

Tulisan ini dipublikasikan di Publikasi, Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s