Peranan Guru dalam Administrasi Pendidikan di Sekolah


A. Konsep Dasar Adminsitrasi Penidikan

1.  Pengertian Administrasi pendidikan

Dibawah ini diketengahkan beberapa pengertian adminsitrasi.

a. Sondang Siagian mengartikan administrasi sebagai keseluruhan proses kejasama antra dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tetentu unutk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

b. Hadari Nawawi mengartikan adminsitrasi sebagai kegiatan atau rangkaian kegiatan sebagai proses pengendalian usaha kejasama kekelompok manusia unutk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pendidikan adalah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar, terarah dan sistimatis untuk mendewasakan anak didik sesuai dengan kualitas manusia yang dicita-citakan dalam suatu masyarakat.  Prosesnya berlangsung dalam suatu lembaga pendidikan formal sesuai dengan jenjang dan jenisnya. Di Indonesia kualitas manusia yang diharapkan sebagai suatu hasil out put pendidikan adalah warganegara Indonesia yang beriman dan bertakwa  kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerta luhur, sehat, cerdas dan terampil serta cinta terhadap bangsa dan tanah air.

Berdasarkan uraian di atas maka adminsitrasi pendidikan dapat diartikan sebagai proses pengendalian kerjasama sekelompok orang unutk mencapai tujuan pendidikan yang berlangsung di suatu sekolah. 

2. Ruang Lingkup Bidang Garapan Administrasi Pendidikan

Secara umum ruang lingkup administrasi berlaku juga di dalam adminsitrasi pendidikan. Ruang lingkup tersebut meliputi bidang kegiatan sebagai berikut :

a. Menejemen Administratif  ( Administrative Management ). Bidang kegiatan ini disebut juga management of adminsitrative function yakni kegiatan- kegiatan yang bertujuan mengarahkan agar semua orang dalam organisasi/kelompok kerjasama mengerjakan hal-hal yang tepat sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Kegatan-kegiatan itu sebagai berikut :

1) Perencanaan, yaitu kegiatan persiapan menyusun suatu keputusan berupa langkah-langkah penyelesaian suatu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu. Di dalam bidang penddikan berarti persiapan menyusun keputusan tentang masalah atau pekerjaan yang akan dilaksanakan sejumlah orang dalam rangka membantu anak didik untuk mencaai tujuan pendidikannya.

2) Pengorganisasian, yaitu kegiatan penetapan bidang-bidang/fungsi-fungsi yang termasuk ruang lingkup kegiatan yang akan diselenggarakan oleh suatu kelompok kerjasama tertentu. Keseluruhanm bidang itu merupakan suatu kesatuan yang terintegrasi sebagai suatu sistem yang bergerak kearah tujuan yang ingin dicapai.

3) Bimbingan, yaitu kegiatan memelihara, menjaga dan memajukan organisasi melalui setiap personal, baik secara struktural maupun fungsional, agar setiap kegiatannya tidak terlepas dari usaha mencapai tujuan.

4) Koordinasi, yaitu kegiatan mengatur dan membawa personal, metode, bahan, buah pikiran, saran-saran, cita-cita dan alat-alat dalam hubungan kerja yang harmonis, saling isi mngisi dan saling menunjang sehingga pekerjaan berlangsung efektif dan seluruh nya terarah pada pencapaian tujuan yang sama.

5) Pengawasan, yaitu kegiatan mengamati pelaksanaan pekerjaan oleh personal dalam suatu bidang kerja maupun secara keseluruhan apakah sudah sesuai dengan rencana yang telah disusun dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

6) Penilaian, yaitu kegiatan unutk mengukur keberhasilan akhir suatu pekerjaan yang telah dilaksaakan dalam suatu periode tertentu sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sesuai dengan rencana yang telah ditetapka.

b. Menejemen Operatif ( Operative Management ). Bidang kegiatan ini disebut juga management of operative function yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan dan mebina agar dalam mengerjakan pekerjaan yang menjadi beban tugas masing-masing setiap orang melaksanakannya dengan tepat dan benar. Keiatan-kegiatan ini meliputi :

1). Tata Usaha, yaitu kegiatan menghimpun, mencatat, menggandakan, mengirim dan menyimpan berbagai data btau informasi untuk keperluan organisasi.

2) Perbekalan, yaitu kegiatan mengadakan, mengatur dan memelihara berbagai alat yang diperlukan dalam melakukan kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.

3) Kepegawaian, yaitu kegiatan penerimaan, penempatan/penggunaan, pengembangan/pembinaan dan pemberhentian personal dalam suatu organisasi kerja.

4)  Keuangan, yaitu kegiatan pencatatan masuk dan keluarnya uang dalam suatu organisasi kerja.

5) Hubungan masyarakat, yaitu kegiatan menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat atau fihak-fihak tertentu di luar organisasi tersebut agar mendapatkan dukungan terhadap pelaksanaan kerja yang telah direncanakan.

Kedua fungsi administrasi itu saling berhubunagn dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain. Dalam pelaksanaan kegiatan fungsi menejemen operatif  agar berjalan secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan selalu diikuti oleh kegiatan fungsi menejemen administratif. Untuk lebih jelasnya hubungan kedua fungsi tersebut dalam proses administrasi dapat digambarkan seperti pada skema dibawah ini.

SKEMA  :  Hubungan antara Fungsi Menejemen Administratif dengan Fungsi  Menejemen Oeratif

Proses Administrasi

PerencanaanPengorganisasian

Bimbingan

Koordinasi

Kontrol

Penilaian

Tata UsahaKepegawaian

Tujuan

Keuangan

Perbekalan

Hubungan M

Masyarakat

3. Fungsi Umum Administrasi Pendidikan dan Penerapannya di Sekolah

Sebagaimana yang telah dirumuskan di atas, bahwa administrasi pendidikan diartikan sebagai proses pengendalian kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan penidikan yang berlangsung di suatu sekolah. Dengan demikian jelas bahwa fungsi administrasi tersebut mengarah dan menggerakan agar organisasi sekolah dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Mengenai fungsi umum administrasi tersebut telah banyak sarjana merumuskannya dengan perumusan yang berbeda- beda diantaranya adalah sebagai berikut :

a. Henry Fayol. Ia merupakan ahli pertama yang menulis tentang teori administrasi dan menejemen dalam bukunya yang dalam bahasa Inggeris berjudul ” General and Industrial Management ” yang terbit pada tahun 1939 dan merupakan terjemahan dalam bahasa Perancis yang telah terbit pada tahun 1916. dalam bukunya yang membahas fungsi-fungsi administrasi dan menejemen, Fayol mengatakan bahwa fungsi-fungsi adminsitrasi dan menejemen itu adalah :

1)      Planning ( Perencanaan )

2)      Organizing ( Pengorganisasian )

3)      Commanding ( Pemberian komando )

4)      Coordinating ( Pengkoordinasian 0

5)      Controlling ( Pengawasan )

b. Luther M. Gullick, sarjana ini dalam karyanya  ” Paper on The Science of Administration ” mengatakan bahwa fungsi-fungsi organik adminsitrasi dan menejemen adalah :

1)      Planning ( Perencanaan )

2)      Organizing ( Pengorganisasian )

3)      Staffing ( Pengadaan tenaga kerja )

4)      Directing ( Pemberian bimbingan )

5)      Coordinating ( Pengkoordinasian )

6)      Reporting  ( Pelaporan )

7)      Budgeting ( Penganggaran )

Rangkaian fungsi-fungsi administrasi tersebut lebih dikenal dengan akronimnya POSDCORB

c. Harold Koonts dan Cyrill O. Donnel, kedua orang sarjana ini dalam buku mereka yang berjudul “ Principle of Management  ” mmengklaisfikasikan fungsi-fungsi administrasi dan menejemen tersebut adalah sebagai berikut :

1)      Planning ( Perencanaan )

2)      Organizing ( Pengorganisasian )

3)      Staffing ( Pengadaan tenaga kerja )

4)      Directing ( Pemberian bimbingan )

5)      Controlling ( Pengawasan )

d. John F Mee, seorang guru besar dalam ilmu menejemen mengkalsifikasikan fungsi-fungsi administrasi menejemen itu adalah :

1)      Planning ( Perencanaan )

2)      Organizing ( Pengorganisasian )

3)      Motivating ( Pemberian motivasi )

4)      Controlling ( Pengawasan )

e. S.P. Siagian dalam bukunya ” Filsafat Administrasi ” berpendapat bahwa fungsi-fungsi organik administrasi dan menejemen itu adalah :

1)      Perencanaan ( Planning )

2)      Pengorganisasian ( Organising )

3)      Pemberian motivasi ( Motivating )

4)      Pengawasan ( Controlling )

5)      Penilaian ( Evaluating )

f. Hadari Nawawi, dalam bukunya berjudul ” Administrasi Pendidikan ” mengklasifikasikan fungsi-fungsi administrasi menejemen tersebut sebagai berikut :

1)      Perencanaan ( Planning )

2)      Pengorganisasian ( Organizing )

3)      Bimbingan ( Directing )

4)      Koordinasi ( Coordinating )

5)      Pengawasan ( Controlling )

6)      Komunikasi ( Comunicating )

Setelah kita menganalisa berbagai teori mengenai fungsi-fungsi administrasi dan menejemen yang dikemukakan oleh para sarjana tersebut, maka dapatlah kita simpulkan hal-hal sebagai berikut :

Pertama, bahwa pada hakekatnya terdapat keseragaman cara berpikir dikalangan ahli administrasi dan menejemen. Hal ini terutama terbukti dari adanya tiga fungsi yang disebut oleh semua sarjana tersebut. Fungsi-fungsi tersebut adalah perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan. Kedua, bahwa sesungguhnya dalam berbagai kelasifikasi yang dibuat tidak terdapat perbedaan yang prinsipil hanya perbedaan yang bersifat situasional dan terminologislah yang ada. Ketiga adanya trend of thought yang seirama dikalangan para ahli tersebut.

Sedangkan bagi penulis sendiri fungsi-fungsi administrasi dan menejemen adalah :

1)      Perencanaan

2)      Pengorganisasian

3)      Bimbingan dan motivasi

4)      Koordinasi

5)      Pengawasan

6)      Penilaian

Fungsi-fungsi admimistrasi tersebut sangat menentukan sekali bagi tercapai tidaknya missi yang diemban sekolah dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yaitu manusia Indonesia yang dicita-citakan sebagaimana yang dikehendaki di dalam tujuan pendidikan nasional.

B. Sistem dan Struktur Organisasi sekolah

1. Pengertian system dan Organisasi sekolah

Banyak sekali difinisi-difinisai tentang organisasi. Di bawah ini diketengahkan beberapa difinisi.

a. Organisasi didifinisikan sebagai setiap bentuk perseketuan antara dua orang atau lebih yang bekerja sama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian sesuatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan manaterdapat seorang/beberapa orang yang disebut atasan dan seseorang/sekelompok orang yang disebut bawahan ( S.P. Siagian, 1979 )

b. Organisasi diartikan sistem kerjasama sekelompok orang unutk mencapai tujuan bersama ( Hadari Nawawi, 1985 ).

Dari difinisi diatas jelas bahwa organisasi sekolah adalah merupakan bentuk atau sistem kerjasama dari pada sekelompok orang yang terikat secara formal oleh tujuan pendidikan. Pengertian bentuk menunjukan pada model sedangkan pengertian sistem menunjukan pada suatu kebulatan dari unsur-unsur atau komponen-komponen yang terdapat dalam bentuk kerjasama tersebut dimana antara satu dengan lainnya mempunyai hubungan fungsional yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Bentuk dan sistem kerja sama tersebut akan tergambar dalam struktur organisasi sekolah.

2. Fungsi dan Tujuan Organisasi Sekolah

Istilah fungsi banyak digunakan dalam bahasa sehari-hari maupun dalam bahasa ilmiah dengan arti yang berbeda-beda. Menurut ahli antropologi  M.E.Spiro dalam ( Koentjaraningrat, 1996 ) fungsi mengandung arti sebagai berikut :

a.  Menerangkan fungsi itu sebagai hubungan antara sesuatu hal dengan suatu tujuan tujuan tertentu ( misalnya mobil mempunyai fungsi sebagai alat untuk mengangkut manusia atau barang dari suatu tempat ke tempat lainnya )

b.  Menjelaskan kaitan antara suatu hal ( X ) dengan hal lain ( Y ), sehingga apabila nilai S berubah, maka nilai Y yang ditentukan oleh X, juga berubah.

c. Menerangkan hubungan yang terjadi antara suatu hal dengan hal-hal lain dalam suatu sistem yang terintegrasi  ( suatu bagian dari organisme yang berubah menyebabkan perubahan pada berbagai bagian yang lain dan malahan dapat menyebabkan perubahan dari seluruh organisasi ).

Fungsi dalam arti yang pertama merupakan istilah yang umum, baik dalam bahasa ilmiah, maupun dalam bahasa sehari-hari. Fungsi dalam arti yang kedua sering digunakan dalam ilmu pasti maupun statistik. Sedangkan fungsi dalam arti yang ketiga sering digunakan dalam istilah ilmu adminsitrasi dan menejemen.

Sedangkan fungsi dalam tulisan ini mengandung arti yang pertama yaitu sebagai alat dalam membantu kelancaran pelaksanaan tugas pokok sekolah. Sekolah  sebagai organisasi kerja di bidang pendidikan  mengemban tugas pokok dan tugas penunjang  dalam rangka mencapai visi, misi dan tujuan lembaga. ” Tugas pokok sekolah adalah menyelenggarakan proses belajar mengajar agar berjalan dengan baik dan lancar. Sedangkan tugas penunjang adalah tugas yang berkenaan dengan pengendalian tugas pokok tersebut agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan” ( Zuldafrial, 1996 : 16 ). Tugas pokok tersebut di sekolah diselenggarakan oleh guru sedangkan di perguruan tinggi dilaksanakan oleh dosen. Tugas penunjang yang berkenaan dengan pengendalian tugas pokok dijalankan oleh pimpinan dan staf sekolah atau tenaga administrasi, yang berfungsi agar guru atau dosen dapat mengajar dan siswa atau mahasiswa dapat belajar dengan baik, sehingga tujuan dalam proses belajar mengajar dalam rangka mewujudkan misi sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien.

Tujuan akhir dari suatu organisasi sekolah sebagai lembaga pendidikan formal baik pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi adalah sebagaimana yang tercantum di dalam undang-undang pendidikan nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan nasional pada bab II Dasar, Fungsi dan Tujuan  pasal 3 yang berbunyi :  Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kereatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.       

Tujuan itu bersifat ideal menggambarkan tentang kualitas manusia Indonesia yang dicita-citakan sebagai hasil dari proses pendidikan. Oleh karena itu dalam kenyataannya sulit untuk dicapai. Sehubungan dengan itu maka tujuan yang bersifat umum itu, perlu dijabarkan kembali ke dalam tujuan yang bersifat khusus, sehingga di dalam prakteknya mudah unutk dicapai. Dalam kenyataannya tujuan pendidikan nasional itu dijabarkan ke dalam tujuan institusional sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan masing-masing. Tujuan institusional itu dijabarkan kembali ke dalam tujuan kurikuler. Selanjutnya tujuan kurikuler dijabarkan kembali ke dalam tujuan instruksional sesuai dengan topik- topik pokok bahasan yang diajarkan sebagaimana yang terdapat di dalam kurikulum atau garis-garis besar program pengajaran.

Dalam kegiatan proses belajar mengajar guru atau dosen perlu merumuskan tujuan instruksional khusus yang dapat dicapai dalam kegiatan belajar mengajar. Secara hirarchis tujuan pendidikan itu dapat diurutkan sebagai berikut :

a. Tujuan Pendidikan Nasional

b. Tujuan Institusional

c. Tujuan Kurikuler

d. Tujuan Instruksional umum

e. Tujuan Instruksional khusus ( Zuldafrial, 1995 )

Dengan demikian tujuan pendidikan yang di atas, merupakan kulminasi dari pada tujuan pendidikan yang dibawahnya. Tujuan pendidikan yang dibawahnya merupakan tujuan antara yang harus dicapai dengan kata lain keberhasilan pendidikan tergantung pada keberhasilan dalam pencapaian tujuan pendidikan antara.

Dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan itu, maka kegiatan proses belajar mengajar di sekolah harus dilakukan secara sadar, sistimatis dan terencana ( Zuldafrial, 1999 ). Oleh karena itu kegiatan belajar mengajar harus dikelola dengan sebaik-baiknya agar kegiatan itu terarah dan tidak menyimpang dari sasaran yang ingin dicapai sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sebagaimana yang dituntut dalam kurikulum.

3. Bentuk dan Struktur Organisasi Sekolah

Secara umum bentuk organisasi kerja dapat dikelompokan ke dalam empat model yaitu : a) Organisasi Lini ( Line Organization ) b) Organisasi Staf ( Staff Organization ) c) Bentuk Gabungan ( Line and Staff  Organization ) d) Organisasi Fungsional ( Fungsional Organization ).

a.   Organisasi Lini ( Line Organization )

Dalam model ini semua hak dan kekuasaan berada pada pimpinan. Personal yang lain disebut bawahan yang tidak mempunyai hak dan kekuasaan sekecil apapun karena hanya berkedudukan sebagai pelaksana tugas dari atasan. Tidak dibenarkan adanya inisiatif dan kereativitas  semua tugas dilaksanakan sebagaimana diperintahkan. Dalam mewujudkan kerja bawahan hanya diserahi tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya kepada atasan yang memberikan tugas tersebut. Saluran perintah dan penyampaian tanggung jawab dalam organisasi model ini, dilakukan melalui  prosedur dari atas ke bawah atau sebaliknya. Dengan kata lain perintah datang dari atasan dan bawahan bertugas melaksanakan tugas tersebut tanpa membantah dan tanpa kesalahan sesuai dengan yang diperintahkan. Sebaliknya bawahan  sebagai pelaksana harus menyampaikan tanggung jawab pelaksanaan tugas tersebut persis seperti yang diperintahkan.

Bentuk organisasi ini mempunyai kebaikan sebagai berikut :

1)      Proses pengambilan keputusan dapat berjalan dengan cepat, karena jumlah orang yang perlu diajak berkonsultasi sedikit.

2)      Rasa solidaritas para anggota organisasi pada umumnya masih besar karena saling kenal mengenal.

3)      Disiplin biasanya masih tinggi.

Sedangkan kelemahan-kelemahan bentuk organisasi ini antara lain :

1)      Tujuan organisasi sedikit banyaknya didasarkan atas tujuan pribadi pimpinan tertinggi dari organisasi.

2)      Kecenderungan bagi pimpinan organisasi untuk beertindak diktatoris/otokratis cukup besar karena organisasi dipandang sebagai milik pribadi dan oleh karenanya kemauannya yang harus dituruti.

3)      Seluruh organisasi terlalu tergantung kepada seseorang sehingga kalau seseorang itu tidak mampu melaksanakan tugasnya, maka seluruh organisasi itu terancam oleh ketidak langsungan hidupnya.

4)      Kesempatan bagi para anggota organisasi untuk mengembangkan sepesialisasi sangat terbatas.

b.   Organisasi Staff ( Staff Organization )

Dalam organisasi model ini, semua hak kekuasaan dan tanggung jawab dibagi habis pada satuan kerja yang ada secara bertingkat, setiap satuan kerja memperoleh sebagian hak dalam menentukan kebijaksanaan sepanjang tidak bertentangan dengan kebijakan umum dari pucuk pimpinan. Hak tersebut berkenaan dengan bidang tugasnya masing-masing. Dengan kata lain wewenang dan tanggung jawab dilimpahkan secara luas, sehingga pucuk pimpinan berkedudukan sebagai koordinator. Tanggung jawab disampaikan secara bertingkat sesuai dengan hak dan kekuasaan yang dilimpahkan. Dalam organisasi model ini setiap personal mendapat kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapatnya, ide/gagasan atau saran-sarannya, melalui atasan dalam satuan kerjanya masing-masing. Kereativitas dan inisiatif mendapat tempat yang sewajarnya dalam melaksanakan perintah atau tugas-tugas yang diterima dari pimpinan.

c.   Bentuk Gabungan ( Line and Staff Organization )

Model ini merupakan gabungan dari kedua model di atas, menempatkan pucuk pimpinan sebagai pemegang hak dan kekuasaan tertinggi dan terakhir. Tidak semua hak kekuasaan dan tanggung jawab dibagi habis pada satuan kerja yang ada, dalam arti pelimpahan wewenang dan tanggung jawab dilakukan secara terbatas. Tugas-tugas bersifat prinsipil tetap berada pada atasan/pucuk pimpinan. Pimpinan satuan kerja sebagai staff atau pembantu atasan memperoleh wewenang atau kekukasaan dalam bidang kerja masing-masing sepanjang tidak berhubungan dengan tugas-tugas yang bersifat prinsipil yang menjadi wewenang atau kekuasaan pucuk pimpinan.

Dalam mebantu pucuk pimpinan dapat dibedakan dua jenis staff berdasarkan fungsinya sebagai berikut :

1)      Staf sebagai penasehat ( Advisory staff atau advisory Committee )

Anggota staf sebagai pembantu pimpinan tidak mempunyai kewenangan dalam menetapkan keputusan berupa kebijaksanaan organisasi. Staf berfungsi sebagai penasehat yang dalam menjalankan tugasnya dilakukan dengan memberikan bahan-bahan pertimbangan, saran-saran dan pendapat agar pucuk pimpinan dapat menetapkan keputusan secara baik dan tepat. Bahan pertimbangan, saran-saran dan pendapat itu disampaikan baik diminta maupun tidak oleh pucuk pimpinan. Dengan demikian kekuasaan dan tanggung jawab tertinggi dan terakhir pada pucuk pimpinan.

2)      Staf Eksekutif ( Executive Staff )

Anggota staf sebagai pembantu pucuk pimpinan memperoleh kewenangan dalam menetapkan keputusan sepanjang tidak bertentangan dengan kebijaksanaan pokok dari pimpinan. Kewenangan staf dalam mengambil keputusan terbatas dalam bidangnya masing-masing dan bilamana berkenaan dengan tugas-tugas yang bersifat prinsipil kewenangan itu dilaksanakan setelah mendapat persetujuan dari pucuk pimpinan, sebelum ditetapkan sebagai keputusan staf sebagai pejabat yang lebih rendah kedudukannya dalam organisasi.

Berdasarkan kedua jenis staf tersebut di atas, maka organisasi tipe lini dan staf ini disebut organisasi berbentuk komite ( Committee  Organization )

Kebaikan-kebaikan dari pada organisasi ini antara lain :

a)      Adanya pembagian tugas yang jelas antara orang-orang yang melaksanakan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas penunjang

b)      Bakat yang berbeda dari para anggota organisasi dapat berkembang menjadi suatu sepesialisasi.

c)      Koordinasi mudah dijalankan dalam setiap kelompok golongan karyawan itu.

d)      Disiplin serta moral biasanya  tinggi karena tugas yang dilaksanakan oleh seorang sesuai dengan bakat, keahlian, pendidikan dan pengalaman.

e)      Penerapan prinsip the right man in the right place lebih mudah dijalankan.

f)      Bentuk organisasi dapat dikembangkan oleh setiap organisasi yang bagaimana besar pun, apapun tujuannya dan betapa komplek pun struktur organisasinya.

Sedangkan kelemahan-kelemahan organisasi model ini adalah :

a)  Bagi para pelaksana tingkat operasional tidak selalu jelas yang mana nasehat. Artinya orang-orang ini dihadapkan pada sua macam atasan. Pertama atasan yang telah ditentukan dalam line of command yang mempunyai hak memerintah ( line outhority ). Kedua para pelaksana operasional itu pun dihadapkan pula pada pimpinan staf yang meskipun hanya berhak memberikan nasehat, perlu pula ditaati karena nasehat itu didasarkan pada keahlian dan wewenang fungsional ( Fungsional authority ).

b)  Perintah dan hiararki  lini tidak selalu seirama dengan naehat dari hirarki staf, karena belum tahu kedua macam hirarki ini memandang sesuatu hal dari kaca mata yang sama.

d.  Organisasi Fungsional ( Fungsional Organization )

Dalam organisasi tipe ini pembagian hak dan kekuasaan dilakukan berdasarkan fungsi yang diemban oleh satuan kerja dan terbatas pada tugas-tugas yang memerlukan keahlian khusus. Oleh kerena itu personal yang diangkat dan menerima wewenang untuk menjalankan kekuasaan itu diserahkan pada orang yang mempunyai keahlian dalam bidang kerja masing-masing. Wewenang yang dilimpahkan dibatasi mengenai bidang teknis yang memerlukan keahlian tertentu secara khusus. Misalnya fungsi kesehatan di sekolah dilaksanakan oleh satuan kerja yang disebut usaha kesehatan sekolah dengan pejabatnya harus seorang yang ahli antara lain dokter atau sekurang-kurangnya mantri kesehatan /perawat.

Adapun kebaikan-kebaikan bentuk organisasi ini antara lain :

1)  Sepesialisasi para karyawan dipergunakan semaksimal-maksimalnya.

2)  Solidaritas antara orang-orang yang fungsi yang sama pada umumnya tinggi

3)  Moral serta disiplin orang-orang yang menjalankan fungsi yang sama pada umumnya tinggi

4)  Koordinasi antara orang-orang dalam satu fungsi mudah dijalankan.

Sedangkan kelemahan-kelemahannya antara lain :

1)  Orang terlalu mensepesialisasikan diri dalam satu bidang kegiatan tertentu, sehingga sukar unutk mengadakan tour of duty dan tour of area tanpa melalui pendidikan yang intensif terlebih dahulu.

2)  Orang-orang yang bergerak dalam satu bidang fungsi tertentu terlalu mementingkan fungsinya saja, sehingga koordinasi yang bersifat menyeluruh sukar unutk dijalankan.

4. Kedudukan guru dalam Struktur Organisasi Sekolah

Sekolah sebagai suatu organisasi kerja merupakan bentuk atau sistem kerjasama sekelompok orang dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikannya masing-masing. Sebagai suatu sistem kerjasama maka, setiap personal sekolah mempunyai kedudukan dan posisi masing-masing sesuai dengan satuan kerjanya dalam struktur organisasi sekolah. Demikianpula guru sebagai personal yang ada dan terlibat di dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar di sekolah. Kedudukan guru di dalam satuan kerja yang tergambar di dalam struktur organisasi sekolah tersebut menuntut guru unutk melaksanakan tugas tambahan selain tugas mengajar.

Bagi guru yang mendapat tugas tambahan membantu Kepala Sekolah mengatur program pengajaran, disamping tugas pokoknya melaksanakan pendidikan dan pengajaran, melakukan kegiatan :

a)      Penyusunan jadwal kegiatan sekolah

b)      Penyusunan pembagian tugas guru

c)      Penyusunan jadwal pelajaran

d)      Penyusunan jadwal kegiatan evaluasi belajar

e)      Penyusunan laporan pelaksanaan pengajaran secara terbuka

Bagi guru mendapat tugas tambahan membantu Kepala Sekolah di bidang kesiswaaan melakukan kegiatan :

a)      Penyusunan program pembinaan kesiswaan

b)      Pelaksanaan bimbingan, pengarahan dan pengendalian kegiatan siswa/OSIS dalam rangka menegakan disiplin dan tata tertib sekolah

c)      Pengarahan dalam pemilihan pengurus OSIS

d)      Pembinaan pengurus OSIS dalam berorganisasi

e)      Penyusunan pembinaan siswa secara berkala dan insendental

f)        Pemilihan calon penerima bea siswa bagi siswa yang berbakat.

Bagi guru yang mendapat tugas tambahan membantu Kepala Sekolah sebagai wali kelas melakukan kegiatan :

a)      Penyusunan laporan keadaan kelas pada akhir tahun ajaran

b)      Pembuatan jadwal pelajaran kelas

c)      Pembuatan statistik bulanan siswa

d)      Pencatatan jumlah kehadiran siswa mingguan dan bulanan

e)      Pencatatan penerimaan uang SPP

f)        Pengisian daftar nilai siswa

g)      Pendataan alamat siswa

h)      Pembuatan catatan khusus tentang siswa

i)        Pencatatan mutasi siswa

Bagi guru yang mendapat tugas membantu Kepala Sekolah di bidang perpustakaan sekolah melakukan kegiatan :

a)      Perencanaan pengaaan buku

b)      Pengurusan pelayanan perpustakaan

c)      Perencanaan pengembangan perpustakaan

d)      Pemeliharaan dan perbaikan buku/bahan pustaka

e)      Penyusunan laporan bulanan

Bagi guru yang mendapat tugas tambahan membantu Kepala Sekolah sebagai Ketua jurusan/Kepala Instalasi melakukan kegiatan :

a)      Penyusunan program pembinaan dan pengembangan jurusan

b)      Koordinasi penggunaan laboratorium/ tempat praktek

c)      Peningkatan prestasi dalam jurusan yang bersangkutan

d)      Observasi dan evaluasi kemajuan dan kemampuan siswa dalam jurusan yang bersangkutan.

e)      Penyusunan laporan perkembangan jurusan/instalasi

Bagi guru yang mendapat tugas tambahan membantu Kepala Sekolah untuk mengajar praktek, melakukan kegiatan :

a)      Praktek di laboratorium/di tempat praktek

b)      Pengembangan alat praktek di laboratorium/tempat praktek

c)      Pemeliharaan alat praktek laboratorium/ praktek kejurusan

d)      Perencanaan kegiatan praktek

e)      Penyiapan bahan/alat untuk pelajaran praktek sesuai dengan jurusannya

f)        Pengkoordinasian kegiatan praktek

g)      Perencanaan kebutuhan bahan/alat praktek

h)      Pengawasan pelaksanaan praktek

i)        Koordinasi dan kerjasama dengan masyarakat/dunia usaha dalam rangka praktek siswa

j)        Penyusunan laporan kemajuan praktek siswa

Bagi guru yang mendapat tugas tambahan membantu Kepala Sekolah di bidang hubungan masyarakat, melakukan kegiatan :

a)      Pengaturan dan penyelenggaraan hubungan sekolah dengan orang tua/wali siswa

b)      Pembinaan hubungan antar sekolah dengan komite sekolah

c)      Pengembangan hubungan antara sekolah dengan lembaga pemerintah, dunia usaha dan lembaga sosial lainnya.

d)      Pemberian informasi tentang keadaan sekolah kepada masyarakat lingkungannya.

e)      Pertemuan/konsultasi dengan dunia usaha

f)        Penyusunan laporan pengembangan hubungan antara sekolah dengan masyarakat

Bagi guru yang mendapat tugas tambahan membantu Kepala Sekolah di bidang bimbingan dan penyuluhan melakukan kegiatan :

a)      Penyusunan dan pelaksanaan program bimbingan penyuluhan yang meliputi waktu kegiatan, metode bimbingan dan penyuluhan, peralatan dan biaya, serta petugas bimbingan dannpenyuluhan.

b)      Koordinasi dengan wali kelas guna penanggung jawab bidang pembinaan kesiswaan dan orang tua/wali murid

c)      Penyusunan dan pelaksanaan program kerjasama dengan instansi lain yang relevan baik pemerintah maupun swasta.

d)      Evaluasi pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan

e)      Penyusunan dan pemberian saran dan pertimbangan pemilihan jurusan bagi siswa.

  1. Hak, Kewajiban dan Tanggung Jawab guru dalam Administrasi Sekolah

Hak adalah imbalan yang harus diterima oleh seseorang atas kewajiban yang telah dilaksanakannya dengan baik. Sedangkan kewajiban adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh seseorang karena imbalan yang diterimanya.

Tanggung jawab adalah beban yang harus dipikul oleh seseorang dengan sebaik-baiknya sesuai dengan posisi atau jabatannya yang diembannya.

Hak, kewajiban dan tanggung jawab guru dalam administrasi pendidikan adalah sesuai dengan batasan administrasi pendidikan sebagaimana telah dijelaskan di atas adalah imbalan, kegiatan yang harus dilakukan dan beban yang harus dipikul oleh seorang guru sebagai salah satu komponen yang yang terintegrasi dengan komponen lainnya di dalam suatu proses kerjasama yang berlangsung di sekolah dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

Sadapun hak seorang guru sebagai pendidik  dan pengajar adalah berhak memperoleh :

a.    Penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai

b.   Penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.

c.    Pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas

d.  Perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas atas hasil kekayaan intelektual dan

e.  Kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana, fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas.

Kewajiban guru sebagai pendidik dan pengajaran adalah :

1. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kereatif dinamis dan dialogis.

2. Mempunyai komitmen secara profesional unutk meningkatkan mutu pendidikan dan

3. Memberikan teladan dan menjaga nama baik lembaga profesi, dan  kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Sedangkan yang menjadi tanggung jawab guru sebagai pendidik dan pengajar adalah membawa anak didiknya ke tujuan pendidikan yang ingin dicapai melalui proses belajar mengajar yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dengan kurikulum sebagai alatnya yang telah disusun secara terencana, sistimatis dan berkesinambungan sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan masing-masing.

Tujuan akhir dari pendidikan itu adalah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang telah dirumuskan yang pada intinya mengandung karekteristik sebagai berikut warganegara yang beriman dan bertakwa lepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti dan berahlak  mulia, cerdas, terampil dan punyai rasa kebangsaan yang tinggi.

Sedangkan keterampilan yang dituntut sebagai hasil dari suatu proses pendidikan adalah sesuai dengan tujuan dari lembaga dimana anak didik tersebut belajar. Bila ia seorang mahasiswa di suatu lembaga tenaga kependidikan seperti STKIP maka keterampilan yang diharapkan dari lulusannya adalah terampil dalam mengajarkan mata pelajaran yang menjadi program studi/jurusannya. Bila ia seorang mahasiswa pada Fakultas Sosial dan Politik, maka begitu menyelesaikan studinya ia diharapkan terampil dalam berpolitik. Bila ia seorang mahasiswa kedokteran., maka setelah lulus di kedokteran ia diharapkan terampil mengobati pasiennya.

Dengan demikian tuntutan keterampilanm sebagai hasil dari suatu proses pendidikan adalah keterampilan yang berkaitan dengan jabatan profesi yang akan dipegangnya di masyarakat setelah ia menyelesaikan studinya si suatu lembaga pendidikan formal.

Sehubungan dengan uraian di atas, maka untuk dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya, maka seorang guru harus profesional. Ia harus memiliki kompetensi keguruan dan keilmuan sesuai dengan bidang studi yang diajarkanya dan terus menerus mau dan mampu mengembangkan dirinya dan punya prinsip belajar sepanjang hidup dan yang sangat penting adalah loyalitas dan semangat pengabdian yang tinggi terhadap jabatan profesinya.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Publikasi. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Peranan Guru dalam Administrasi Pendidikan di Sekolah

  1. Admin berkata:

    Terima kasih sudah berbagi, sangat membantu sekali.
    Informasi terkait kepala sekolah, guru dan wali kelas saya mendapatkannya lengkap disini http://gurukepsek.wordpress.com/.
    Thanks

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s